Madiunae.id. Asal Usul Nama Madiun. Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa itu tentu sering kita dengar sebagai ungkapan pendekatan seseorang terhadap sesuatu. Karena itulah, sebagai orang Madiun kamu mesti kenal lebih dekat dengan sejarah dan asal muasal daerah kelahiranmu sendiri. Nah, kalau sudah kenal, kemungkinan akan dengan segera timbul rasa sayang. Rasa memiliki terhadap tanah kelahiran tercinta, Madiun. Sekarang pertanyaannya, tahukah kamu apa arti nama dari Madiun? Memang, ada istilah apalah arti sebuah nama. Tapi jika dipikir, sebuah kota memang harus memiliki nama. Selain sebagai sebuah identitas. Nama juga menjadi suatu hal yang sakral untuk harus diingat dan juga dipertahankan. Sebab dibalik sebuah nama daerah baik itu kota maupun kabupaten pasti terdapat rentetan sejarah yang panjang. Sejarah yang akan menceritakan latar belakang alasan pemberian nama dari sebuah kota.

Sejarah Nama Madiun

Kembali ke Madiun. Jadi, tahukah kamu apa arti nama Madiun? Dari beberapa literatur disebutkan jika nama Madiun ini memiliki beberapa makna dan tentunya sejarah. Salah satu yang paling terkenal adalah cerita tentang Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau beberapa orang biasa menyebutnya dengan nama Ki Ageng Ronggo. Nah, orang inilah yang pertama kali mencetuskan nama Madiun sebagai nama sebuah daerah yang kini dihuni oleh ratusan ribu orang. Jadi pada jaman dahulu, ketika Ki Ageng Ronggo Jumeno ini melakukan babat tanah Madiun, ia berhadapan dengan banyak hantu yang memang berkeliaran. Karena itulah akhirnya Ki Ageng Ronggo Jumeno menyebut daerah itu dengan nama Madiun yang memilik asal kata Medi (hantu) dan Ayun (berayun). Itu adalah versi pertama,  versi lainnya adalah asal nama Madiun tersebut bermuasal dari nama keris yang dipakai oleh Ki Ageng Ronggo Jumeno, keris tersebut dinamai Tundhung Medhiun. Karena itulah hingga saat ini, nama Madiun dipakai sebagai nama sebuah daerah yang memiliki dua pusat pemerintahan yaitu kota dan kabupaten tersebut.

Beginilah Asal Usul Penamaan Madiun
Keris Sangkelat Tundung Madiun, Sumber : http://www.galerikerispusaka.com

Baca Juga : Cerita Di Balik Uniknya Kesenian Dongkrek Khas Madiun

Akan tetapi, kamu juga mesti tahu jika ternyata awalnya, daerah ini tak dikenal dengan nama Madiun loh. Ya, sebelum menggunakan nama Madiun. Daerah ini dulunya dinamai dengan nama Wonorejo (beberapa versi menyebutnya dengan nama Wonosari) dan juga Purbaya. Nama Madiun sendiri baru pertama kali dipakai pada tahun 1590 tepatnnya pada tanggal 16 November. Kala itu nama Madiun menggantikan nama Purbaya yang dipakai sebelumnya

Beginilah Asal Usul Penamaan Madiun
Sumber : http://perpustakaan.madiunkab.go.id

Itu tadi sedikit kisah tentang asal nama Madiun. Pertanyaan selanjutnnya, tahukah kamu kenapa Madiun punya dua pusat pemerintahan kota dan kabupaten? Mengapa tidak hanya satu pusat saja? Memang, sangat jarang ada sebuah daerah memiliki dua pusat pemerintahan kota dan kabupaten. Madiun adalah salah satunya.

Sebetulnya, Madiun berawal hanya satu pusat pemerintahan yang bermula dari Nguwara Dolopo yang kemudian pusat pemerintahannya dipindah ke Desa Sogaten. Kemudian pada tahun 1575 pusat pemerintahan ini dipindah lagi ke Desa Wonorejo hingga tahun 1590. Nah pada abad ke-18 Belanda mulai menyerbu tanah air. Beberapa kabupaten dikuasai oleh para kompeni. Hingga akhirnya pada 1 Januari 1832 Madiunpun berada dalam kekuasaan Belanda. Di tangan Belanda inilah tata pemerintahan baru dibentuk yang berupa Karisidenan. Ibukota karisidenan Madiun saat itu adalah Desa Kartoharjo yang letaknya dekat dengan Istana kabupaten di Pangongangan. Sistem Karisidenanpun berjalan mulus. Baru pada tahun 1906 Kerajaan Belanda mengeluarkan sebuah undang-undang baru yang inti dari isi undang-undang tersebut adalah bertujuan untuk memisahkan Madiun menjadi dua pusat pemerintahan yaitu kota maupun kabupaten

Beginilah Asal Usul Penamaan Madiun
Sumber : http://bloggerpurworejo.com

Tidak dapat dipungkiri memang, sejak masa kolonialisme Belanda, Madiun adalah sebuah gemeente (pusat administratif) yang berdikari. Karena ketika itu banyak komunitas Belanda yang bekerja di sektor perkebunan juga industri yang tentunya tak ingin di monopoli oleh pemerintahan dengan kepala tertinggi bupati (pimpinan tertinggi kabupaten yang dijabat oleh orang Jawa). Sebagai sebuah kota, Madiun berdiri pada tanggal 20 Juni 1918 dengan pemimpin pertama kali asisten residen Maidun. Baru sembilan tahun berikutnya, kota ini memiliki Walikota sebagai orang nomor satu di Kota Madiun.

Itulah tadi beberapa sejarah singkat tentang kota gadis ini. Kamu mesti paham dan senantiasa meneruskan sejarah ini . Sebab sebagai putra daerah, kitalah pengemban masa depan Madiun. Karena itulah sejarah mesti senantiasa kita baca dan kita lestarikan agar budaya masa lalu dapat menjadi cerita anak cucu kita kelak.

(Sumber Gambar Utama : upload.wikimedia.org)

1 COMMENT

  1. Wah baru tahu kalau nama Madiun berasal dari dua versi. Tapi yang lucu setan berayun sih hahaha. Ngapain coba setan berayun. Nice info gan, puas ane bacanya, apalagi pas tau fakta lainnya soal Madiun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here