Beberapa orang pria naik ke atas panggung dengan diiringi sebuah tetabuhan dan lagu khas. Pria-pria ini mulai melakukan aksinya, menari. Ya, penontonpun mulai bergumuruh melihat tiap gerakan yang diciptakan oleh beberapa pria tadi. Mereka (pria-pria) itu memakai pakaian serba hitam dengan celana yang sedikit mengatung. Selain itu yang menjadi sorot utama para penonton adalah topeng yang menutupi sebagian besar wajah mereka. Topeng-topeng ini memiliki wajah yang berbeda. Penonton bertepuk tangan kencang ketika para penari memberikan sembah salam tanda jika pertunjukan yang mereka kerjakan telah selesai. Mereka senang dapat menghibur banyak penonton dan penontonpun ikut riang atas pertunjukan yang baru saja mereka tonton.

Madiunae. Tari Penthul Melikan. Apa yang ditulis dan diceritakan diatas adalah hal lumrah yang terjadi ketika Tarian Penthul Melikan dipertunjukkan di hadapan khalayak ramai. Penthul Melikan adalah nama sebuah tarian dari daerah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Namanya memang sedikit unik, akan tetapi jangan terburu-buru tergelitik dari namanya itu. Kita mesti tahu apa makna yang terkandung dari tari Penthul Melikan ini. Sebuah makna yang cukup dalam untuk dapat ditadabburi tiap hari.

Penthul Melikan

Tari Penthul Melikan, Tarian Sarat Makna Asli Ngawi
Sumber : youtube.com

(Baca Juga : Beginilah Kelanjutan dari Batu Akik Pacitan, Wajib Kalian Tahu)

(Inovatif! Petani di Kartoharjo Magetan, Gunakan Elpiji untuk Hidupkan Pompa Air)

Penthul Melikan akan selalu khas dengan topengnya yang terlihat belum jadi itu. Mengapa disebut belum jadi? Karena jika kita lihat dengan seksama topeng ini memang masih dalam kondisi yang cukup kasar, seperti topeng yang memang belum selesai dibuat. Tapi, justru disitu keunikannya.  Topeng ini bisa jadi pembeda dari tari-tari yang menggunakan topeng lain yang biasanya sudah terkesan rapih, mulus dan cenderung mewah. Meski begitu kita patut cermati pula arti dari setiap topeng yang memiliki gambaran wajah berbeda-beda itu. Jadi, jika kita lihat pertunjukkan ini kita akan melihat lebih dari satu orang yang memakai topeng dengan raut wajah berbeda-beda. Nah, arti dari perbedaan raut wajah itu menunjukkan jika manusia diciptakan oleh Tuhan secara berbeda-beda. Akan tetapi, perbedaan itu bukan untuk bercerai melainkan untuk bersatu. Makna persatuan tersebut digambarkan dari gerakan dan lenggokan penari yang se-irama selaras dengan nada musik pengiring.

Hal lain yang tak kalah menarik tentang tarian ini adalah adanya akulturasi budaya dalam gerakan yang dipertunjukkan. Salah satu bentuk nyata tentang akulturasi tersebut adalah dari iringan gamelan yang menjadi musik latar tarian ini. Nada-nada yang dikeluarkan oleh gamelan ini memiliki pengaruh dari alunan yang sering ditampilkan pada pertunjukkan Reog Ponorogo. Selain lagu, kostum yang dipakai oleh para penari juga dinilai mirip dengan kostum yang kerap dipakai oleh para penari dalam pertunjukkan Reog Ponorogo. Kesamaan tersebut tak terlepas dari dekatnya letak geografis antara Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo

Gerakan Tari Penthul Melikan

Tari Penthul Melikan, Tarian Sarat Makna Asli Ngawi
Gerakan Menengadahkan Tangan, Sumber : penthulmelikan.blogspot.com

Jika di Aceh kita mengenal Tari Saman atau Purworejo kita tahu ada Tari Dolalak. Maka, tari Penthul Melikan ini juga memiliki fungsi yang sama dengan kedua tarian diatas. Ya, maksud dan makna dari tarian ini adalah sebagai simbol juga cara untuk menyebarkan agama islam. Hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa gerakan tarian yang mengacungkan telunjuk keatas atau menengadahkan dua tangan keatas. Ada juga gerakan mengacungkan telunjuk keatas kepala. Hal tersebut bermakna untuk mengajak setiap manusia untuk hidup bersatu supaya dapat terwujudnya suasana damai bersama.

Sejarah Tari Penthul Melikan

Kalau dilihat dari sejarahnya, sebetulnya tarian ini masih tergolong muda. Jika, tarian-tarian lain berusia ratusan tahun. Maka, tarian ini mulai diciptakan pada tahun 1952 atau jika dihitung usianya masih 65 tahun. Akan tetapi, pertunjukannya selalu dapat menghibur mereka yang menonton. Nah, tarian ini diciptakan oleh Kyai Munahajun, Hardjodinomo, Syahid dan Yanudi. Keempatnya dikenal sebagai sesepuh dari dukuh Melikan yang terletak di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Mereka itulah yang menciptakan segala hal yang berkaitan dengan tarian ini. Pertama kali tarian ini dimainkan adalah ketika jembatan di daerah Tempuran selesai. Mereka menampilkan tarian ini untuk pertama kali sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan.

Tari Penthul Melikan, Tarian Sarat Makna Asli Ngawi
Sumber : youtube.com

 

Saat ini, Tari Penthul Melikan masih sering dipertontonkan. Biasanya pada momen-momen 17 Agustus atau ketika perayaan hari jadi Kabupaten Ngawi. Selain itu kita juga patut mengetahui jika di daerah Melikan kini sudah terdapat ‘Komunitas Melikan’. Sebuah komunitas khusus yang bersedia melestarikan tarian penuh makna ini.

Tari Penthul Melikan, Tarian Sarat Makna Asli Ngawi
Komunitas di Dusun Melikan
Sumber : penthulmelikan.blogspot.com
Tari Penthul Melikan, Tarian Sarat Makna Asli Ngawi
Pegiat Seni PenthulSumber : pethulmelikan.blogspot.com

 

(Sumber Gambar Utama : penthulmelikan.blogspot.com)

(Editor : AprianingDwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here