Madiunae.id. Batu Akik. Beberapa tahun terakhir Indonesia sempat dihebohkan dengan fenomena batu akik. Entah mengapa tiba-tiba fenomena ini begitu cepat mennyebar dan mennular kepada setiap orang. Mereka yang awalnya tak tertarik mengoleksi batu akik, tiba-tiba ikut-ikutan suka. Menjadi seorang kolektor baru dan turut serta memajang cincin idolanya itu di jari-jemarinya. Tua-muda, pria ataupun wanita semuanya turut larut dalam hegemoni batu akik tersebut. Saat itu, bahkan kita dapat dengan mudah menjumpai penjual batu akik disana sini. Tak hanya di sentra-sentra saja, di pinggir jalanpun dengan mudah kita dapat menjumpai penjual ataupun pengrajin batu akik dadakan. Pokoknya semuanya serba batu akik, sampai-sampai hadiah untuk para delegasi negara-negara pada konferensi Asia-Afrika pun berwujud batu mulia itu.

Beginilah Kelanjutan dari Batu Akik Pacitan, Wajib Kalian Tahu
Sumber : tokopedia.net

Namun, entah mengapa kini gaung batu akik tak sekencang dulu. Semunya seakan sudah tak lagi menarik. Popularitas batu akik yang menanjak dengan cepat pada akhirnya harus merosot dengan cepat pula. Orang-orang yang gemar pamer batu di jarinya kini sudah sangat sedikit. Pengrajinpun sudah jarang dan sentra-sentra juga sudah sepi pengunjung. Bahkan bukan hanya sentra, tambang batu mulianyapun kini mulai ogah digali oleh para penambang. Alasanya karena sudah jarang orang ingin membeli dan harganya yang telah merosot tajam.

Dimanakah Daerah Penghasil Batu Akik?

Ada banyak daerah sebagai penghasil batu mulia tersebut, mereka tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu daerah yang terkenal oleh komunitas batu akik sebagai penghasil batu terbaik adalah Kabupaten Pacitan. Kabupaten yang terdapat di Provinsi Jawa Timur itu semasa batu akik tengah digemari masyarakat, menjadi daerah khusus yang mesti dituju oleh para kolektor.

Bagaimana tidak, Tuhan telah mengaruniai Pacitan sebagai kabupaten yang memiliki segudang perbukitan dan sungai-sungai. Daerah yang notabenenya penghasil batu akik. Karena itulah di salah satu desa di Pacitan, masyarakat menjalani hidup sebagai penambang serta pengrajin batu akik. Donorojo adalah salah satu daerah penghasil batu mulia ini. Menurut penduduk sekitar, mereka sudah mulai melihat potensi batu akik sejak tahun 1960an. Mereka berbondong-bondong menjadi pengrajin batu ini. Hanya saja kemudian pengrajin sedikit demi sedikit berkurang di tahun-tahun berikutnya. Baru kemudian di tahun-tahun lalu ketika akik marak lagi, warga kembali bersemangat menjadi pengrajin akik. Sayangnya fenomena batu akik tersebut hanya sebentar. Sehingga membuat semangat para pengrajin mengendur kembali.

Beginilah Kelanjutan dari Batu Akik Pacitan, Wajib Kalian Tahu
Salah satu batu akik dari Pacitan
Sumber : tokopedia.net
Beginilah Kelanjutan dari Batu Akik Pacitan, Wajib Kalian Tahu
Batu Chalcedhony
Sumber : sindopos.com

Padahal memang betul-betul daerah ini adalah sangat berpotensi dalam produksi batu akik. Kita dapat menjumpai macam-macam batu seperti onyx, jasper, carnelian sampai chalcedony. Batu-batu tersebut memiliki kualitas nomor wahid. Tak salah jika memang kolektor sudah jatuh cinta betul dengan daerah ini. Selain itu, batu natural crystal juga dapat kita temui disini dengan ukuran yang cukup besar. Ada juga fosil-fosil kayu yang usianya sudah jutaan tahun yang juga selalu menarik untuk di eksplorasi oleh para pengrajin.

Kelanjutan Batu Akik

Saking cintanya warga Donorejo terhadap batu akik. Nama-nama jalan ataupun gang di sini dinamai dengan nama-nama batu seperti jalan Emethyst, jalan Emerald dan lain sebagainya. Nah, jika kamu berkunjung daerah ini, kamu akan mudah melihat banyak orang mengasah batu dengan alat-alat yang berbagai macam. Jauh lebih beragam daripada yang biasa kita temui ditempat lain. mereka masih setia untuk mereneruskan usaha memoles batu mulia.

Beginilah Kelanjutan dari Batu Akik Pacitan, Wajib Kalian Tahu
Alat Pengukir Batu Akik, Sumber : pojokpitu.com

Sebetulnya pemerintah Pacitan beberapa waktu lalu juga sempat membuat wadah perkumpulan pengrajin batu akik. Mereka menamainya dengan sebutan UBIBAM (Unit Bina Industri Batu Mulia) Namun sayangnya seiring tak eksis lagi batu akik, wadah untuk para pengrajin ini mulai kedodoran. Bahkan bisa dibilang UBIBAM sudah tak begitu berfungsi lagi disana.

(Baca Juga : Jangan Ngaku Orang Madiun Kalau Tidak Mengenal Daerah Ini)

Meskipun kini akik tak lagi menarik, meski kecintaan karya ini tak segila beberapa tahun terakhir dan meski batu akik tak lagi menggembirakan, masih banyak warga Donorejo masih setia dengan batu akik. Sebagai penikmat seni, kita tetap harus meletakkan tanda penghargaan pada mereka yang mau setia melestarikan kekayaan Pacitan agar tetap dapat kita jumpai di tahun-tahun mendatang. Harapan kedepannya, semoga paceklik akik ini segera berakhir agar industri batu khas indonesia ini menggeliat kembali. Sehingga, deru mesin pengasah batu dapat lebih terdengar di Donorojo.

 

 

(Sumber Gambar Utama : koleksiunikakik.blogspot.com)

(Editor : AprianingDwi)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here