MadiunaeBatik Khas Madiun. Batik. Siapa yang tak mengenal kain khas Indonesia itu? Kain yang sudah jadi bagian warisan dunia. Sebuah penghargaan besar dari Unesco untuk kain batik Indonesia. Batik sempat tenggelam dalam dunia mode Indonesia. Sebelum pada beberapa tahun terakhir, Batik menemui pasarnya kembali dinegeri sendiri. Kini kita bisa dengan mudah menjumpai orang mengenakan batik, entah untuk acara resmi atau acara-acara santai bersama orang-orang terdekat.

Ya! kini tak ada batasan dalam berbatik. Tua muda. Laki-laki ataupun perempuan semuanya senang pakai batik. Bahkan, kini dibanyak perkantoranpun mewajibkan karyawanya menggunakan batik saat hari Jum’at. Batik kini menjadi raja dirumah sendiri. Bahkan, saat satu petinggi dunia yang namanya begitu disegani oleh publik dunia. Nelson Mandela, menyebut dirinya sebagai penggemar batik. Jadi, tak heran meski melakukan acara-acara kenegaraan di Afrika Selatan yang notabenenya negara kelahiran Nelson. Dia tetap menggunakan batik sebagai pakaian favorit yang ia kenakan.

(Baca Juga: Batik Lemboto, Batik Khas Kincang)

Ada banyak sekali motif batik di Indonesia. Saking kayanya, hampir semua daerah memiliki corak batiknya tersendiri. Pada akhirnya batik menjadi identitas bagi tiap daerah. Meski begitu, tetap saja hanya beberapa daerah yang disebut daerah penghasil batik. Sebut saja Yogyakarta, Solo, Cirebon dan tentunya Pekalongan. Meski begitu, walaupun tidak berada di daerah utama penghasil batik. Corak-corak batik yang berasal dari kota-kota diluar daftar diatas juga punya keragaman batiknya tersendiri. Salah satunya adalah Madiun. Sebuah kota dan kabupaten yang terletak di provinsi paling timur Pulau Jawa.

Semua tahu jika Madiun adalah daerah yang dianugeragi pemandangan yang cantik. Daerah ini dikelilingi oleh banyak perbukitan juga beberapa gunung seperti Gunung Wilis dan Gunung Lawu. Bukan cuma itu, Madiun juga dipagari oleh pegunungan Kendeng yang terletak dibagian utara. Kecantikan alam itulah yang pada akhirnya menjadi inspirasi bagi para pengrajin batik di daerah Madiun untuk menuangkan buah karyanya diselembar kain dan jadilah batik Madiun. batik yang tentu punya kekhasan tersendiri dan tesemat cantik untuk digunakan pada berbagai kesempatan.

Sejarah Panjang Batik Khas Madiun

Image: Batik khas Madiun. Sumber: ANTARA FOTO/Siswowidodo/Asf/Spt/14.

Jika kamu menganggap kalau batik Madiun baru ada sejak beberapa tahun belakangan, berarti kamu benar-benar keliru. Sebab, batik Madiun ini bisa dibilang sudah memiliki cerita sejarah nan panjang. Batik madiun sudah eksis sejak jaman Kerajaan Mataram. Mengapa demikian? Sebab jika kita tilik sejarah, Madiun adalah salah satu daerah yang termasuk kedalam kekuasaan Kerajaan Mataram.

Ketika Kerajaan Mataram bubar, batik Madiun juga mengalami kesurutan. Sebelum akhirnya pada zaman Belanda kerajinan batik ini mulai menggeliat lagi. Hingga akhirnya pada tahun 1960 hingga 1980 menjadi tahun-tahun dimana batik ini mencapai puncak kejayaannya.

Corak Batik Khas Madiun

Batik Khas Madiun
Sumber: jalanjalanmadiun.com

Batik Madiun juga punya banyak corak khasnya tersendiri. Berbagai macam corak itu menjadi simbol jika sejarah membatik di daerah ini juga terbilang kaya dan penuh dengan filosofi. Orang Madiun mungkin kenal dengan motif Keris. Senjata kebanggan orang Jawa itu dituangkan menjadi motif batik khas daerah ini. Motif keris terinsipirasi dari sejarah panjang Madiun.

Selain batik Keris ada juga batik Porang. Berbeda dengan keris yang terlihat bercorak maskulin. Batik porang ini mencitrakan sebuah tumbuhan bernama Porang yang tumbuh subur dipinggiran hutan Desa Kenongrejo. Batik ini lebih bercorak ceria namun tetap elegan saat dipakai.

Tidak sampai disitu. Ada juga bercorak batik lain yang tak kalah sedap dipandang. Batik itu adalah batik Retno Kumolo. Batik ini terinspirasi dari seorang perempuan pada zaman Kerajaan Mataram yang bernama Retno Dumilah. Perempuan tersebut adalah seorang Ksatria yang selalu berjuang demi memertahankan wilayah Kadipaten Madiun. Batik ini biasanya bernuansa biru. Biru sendiri dipercaya melambangkan kesejukan dan ketentraman bumi Madiun.

Sebagai daerah lumbung padi. Pengrajin batik di Madiun menciptakan corak batik bertajuk Beras Kutah. Beras Kutah diambil dari istilah Bahasa Jawa yang dalam Bahasa Indonesia berarti beras tumpah. Cukup menarik menamainya dengan nama beras tumpah, meski begitu secara tidak langsung pembatik di Madiun ingin mengumumkan jika kekayaan pangan di kota gadis ini tak perlu lagi diragukan.

Corak Batik Khas Madiun yang Mulai Langka

Lalu, ada motif batik Kenongo. barangkali tak banyak orang yang tahu soal batik ini. Sebab bisa dibilang corak ini sudah termasuk corak batik yang langka. Menurut sebuah laman di Internet mengabarkan jika pengrajin batk kenongo di Madiun ini hanya tersisa satu orang saja. Akan sangat disayangkan jika motif batik ini benar-benar punah. Sebab motif batik kenongo sendir menampilkan corak bunga kenangan yang memiliki warna tegas. Batik kenongo sendiri memiliki makna harum ataupun wangi. Meski bermotif bunga, moti ini tetap cocok dipakai oleh pria sekalipun. Sebab memang corak kenongo ini punya kesan sederhana namun tetap elok untuk dipandang.

Lokasi Pengrajin Batik Khas Madiun

Batik motif porang khas madiun
Sumber: yolantika1496.blogspot.co.id

Jika kamu mau tahu soal dimana batik-batik ini dibuat. Kamu bisa pergi ke Desa Kenongrejo Kecamatan Pilangkenceng. Barangkali letaknya sekitar 9 KM dari Caruban. Sentra batik didesa Kenongrejo ini sekarang dapat membatik sekitar 100 hingga 300 meter kain tiap bulannya. Hal ini jauh menurun ketika masa jaya batik Madiun dulu yang sebulannya dapat menghasilkan 6 ribu sampai 7 ribu meter perbulan. Selain di Kenongrejo, kamu juga bisa menjumpainya di Pandean, Kecamatan Taman Kota Madiun. Disana juga salah satu sentra batik Madiun.

Ada juga sentra batik Sewulan yang letaknya di Madiun Selatan. Sayangnya, geliat membatik disentra ini kini mulai berkurang. Padahal, batik corak Madiun ini cukup istimewa. Batik-batik ini sangat laku dijual tidak hanya di Madiun, tapi juga di kota-kota lain semisal Bandung, Surabaya, Jakarta bahkan Pekalongan sebagai kota utama dalam urusan batik.

(Baca Juga: Cerita Dibalik Kesenian Dongkrek Khas Madiun)

Salah satu tantangan eksistensi batik madiun kedepan adalah regenerasi. Kian hari para pembatik di daerah ini mulai menurun. Penyebabnya karena orang-orang muda mulai sukar untuk membatik. Mereka lebih senang hanya membeli langsung di toko maupun swalayan terdekat. Padahal batik adalah bagian penting dari Madiun sekaligus Indonesia. Melestarikan batik sama artinya dengan melestarikan Indonesia dan Madiun itu sendiri. Jadi, jangan sampai identitas Madiun ini lekang dimakan jaman, dan anak cucu kita hanya bisa mengenal batik Madiun dari tulisan sejarah yang entah ditulis oleh siapa.

(Gambar Utama: batikmadiun.blogspot.com)

Editor: Ridho Nur Wahyu

 

2 COMMENTS

  1. wow . ternyata batik khas madiun warnanya keren ,modern dan bikin mata melek y ..
    sebelumnya aku blom tau klo batik khas madiun ini seperti itu .

    thks info kak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here